Wednesday, 23 August 2017

Cara Pengelola Reksa Dana Dan Sifatnya

Cara Pengelola Reksa Dana Dan Sifatnya

Sebagian besar masyarakat kita tidak begitu memahami apa yang dimaksud dengan investasi secara mendalam. 

Deposito, emas, tanah, dan rumah mungkin hanyalah jenis investasi yang mereka ketahui. 

Bagaimana dengan Reksa dana? Mungkin hanya segelintir orang saja yang tau. Padahal, Reksa dana ini adalah instrumen investasi yang mudah digunakan namun tidak begitu beresiko. 

Sebaiknya mengenal terlebih dahulu bagaimana menjadi pengelola reksa dana dan sifat reksa dana, beserta dengan pengertian dari reksa dana itu sendiri. Reksa dana bisa disebut juga  sebagai wadah bagi para sekumpulan orang yang ingin menanamkan uangnya atau bisa disebut investasi. 

Dana yang sudah terkumpul akan dikelola oleh Manajer Investasi dan dimasukkan ke dalam beberapa portofolio investasi, entah itu berupa saham, pasar uang, atau obligasi. 

Jika melihat ke kamus keuangan, Reksa dana sering di identifikasikan sebagai portfolio asset keungan yang sudah diversifikasi. Reksa dana juga dikenal sebagai perusahaan yang terbuka dan bisa dilakukan oleh siapapun. 

Bahka untuk harga penawaran dan penarikan asset pada Reksa dana juga bergantung pada nilai aktiva bersihnya. 

Pada dasarnya, karakteristik Reksa dana dibagi menjadi dua golongan, yaitu Reksa dana Tertutup dan Reksa dana Terbuka. Untuk golongan yang pertama, Reksa dana ini menggunakan mekanisme perdagangan di Bursa Efek dalam transaksinya. 

Namun, Reksa dana yang paling sering dipakai sekarang ini adalah Reksa dana Terbuka yang dimana transaksinya tidak melalui perdagangan di Bursa Efek. 

Ini dikarenakan nilai di Reksa dana terbuka sesuai dengan nilai aktiva bersihnya, sedangkan Reksa dana tertutup berada dibawah nilai aktiva bersihnya. 

Sifat Reksa dana juga bisa membagi Reksa dana menjadi beberapa jenis. Growth Fund, salah satu jenis Reksa dana ini mengutamakan portfolio investasi yang memiliki tujuan untuk terus tumbuh dan mendapatkan keuntungan yang besar.

Investasi jenis ini punyai sifat volatilitas yang tinggi, contohnya adalah Reksa dana saham. 

Ada pula Stable Fund yang memiliki portfolio dengan tujuan untuk tumbuh secara stabil. 

Contohnya adalah Reksa dana pada instrument obligasi yang volatilitas yang agak kurang. 

Yang terakhir adalah Reksa dana yang lebih mengutamakan keamanan, disebut dengan Safty Fund. 

Beberapa Manajer Investasi yang memakai jenis ini cenderung memilih investasi pada instrument pasar uang. 

Itulah beberapa sifat dan cara beli reksadana yang mempengaruhi jenis dan cara untuk menjadi pengelola reksa dana. 


0 comments:

Post a Comment