Senin, 05 September 2016

Tukul Mengenang Susi Similikiti




Duka mendalam sangat dirasakan komedian Tukul Arwana lantaran ia ditinggal untuk selama-lamanya oleh wanita yang telah memberikannya dua orang anak, Susiana (Susi).

 Susi meninggal dunia di usia 48 tahun, Selasa (23/8/2016) di Rumah Sakit Brawijaya, Jakarta Selatan, akibat penyakit asma yang telah diidapnya sejak kecil.

Buat Tukul, banyak kenangan yang tak terlupakan selama 21 tahun membina rumah tangga dengan Susi Similikiti, panggilan sayang Tukul kepada istrinya.

 Setiap lika-likunya dalam mengarungi kehidupan, telah ia rasakan bersama dengan wanita yang dinikahinya sejak 1995 tersebut.

Apalagi ketika memutuskan untuk menikah, penghasilan Tukul tidaklah menentu. Akan tetapi, Susi dengan besar hati menerima pinangan komedian asal Purwosari, Semarang, Jawa tengah itu.

mencoba merangkum beberapa kenangan yang tak terlupakan Tukul dengan mendiang istrinya Susi Similikiti.

Memilih pasangan hidup memang harus hati-hati. Namun, feeling atau kata hati kadang-kadang lebih jitu dibanding pertimbangan rasional. Susiana, istri komedian Tukul Arwana, misalnya.

Dia mengaku sudah merasakan sesuatu yang istimewa dalam diri Tukul saat pertama bertemu. Demikian pula Tukul.

Sebelum memutuskan menikah, pasangan ini sempat berpacaran selama 1 tahun 2 bulan. Tukul mengaku tak percaya diri kala mengungkapkan niatnya memperistri Susiana. Maklum saat itu, Tukul bukanlah apa-apa selain seniman pinggiran.

"Pertama kali bertemu di kondangan teman. Terus saya melihat kaki Susiana kok bersih, mungkin hatinya juga bersih," kata pemilik nama asli Priyanto itu berkata beberapa waktu yang lalu.

Awal kenal dengan Susiana alias Susi saat menghadiri resepsi pernikahan. Saat itu, hubungan keduanya pun berlanjut. Tukul dan Susi pun merajut asmara.

Kala itu, Tukul masih bekerja serabutan sebagai figuran dan penghasilannya sangatlah tidak menentu. Per bulannya, Tukul hanya mendapat gaji Rp 75 ribu saja dari kerja kerasnya. Sedangkan Susi, wanita berdarah Minang, Sumatera Barat, bekerja di pabrik tekstil yang penghasilannya lebih besar ketimbang Tukul.

Saat malam Minggu datang, jadi momen Tukul memadu kasih dengan wanita pujaan hatinya itu. Namun tak jarang bila keduanya jalan bareng, Susilah yang mentraktir Tukul.

Setelah berpacaran  satu tahun lamanya, Tukul akhirnya memberanikan diri untuk menikahi Susi, meskipun penghasilannya saat itu tidaklah menentu.

Usai menikah, mereka memutuskan untuk tinggal berdua saja di sebuah kontrakan kecil di bilangan Cipete Utara, Jakarta Selatan. Tukul yang awalnya kerja serabutan melamar kerja di Radio Humor SK dan bekerja di sana bersama rekan pelawak yang lain seperti Bagito, Patrio, Ulfa Dwiyanti, dan lain-lain.

Sebelum itu, Tukul juga pernah menjadi sopir pribadi untuk mencukupi segala kebutuhan rumah tangganya.

Perjalanan hidup Tukul awal membina rumah tangga dengan Susi sangatlah pahit. Bagaimana tidak, kehidupannya sangatlah kekurangan lantaran Tukul belum memiliki penghasilan yang besar, berbeda dengan saat ini.

Bahkan demi melangsungkan kehidupan, Susi rela menjual cincin kawinnya dengan Tukul untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Cincin kawin dengan tulisan Tukul Riyanto dan Susiana dijual di Pasar Blok A, Jakarta Selatan.

Sampai akhirnya perjuangan Tukul untuk memakmurkan hidupnya membuahkan hasil. Nama Tukul mulai dikenal masyarakat setelah menjadi bintang video klip lagu "Diobok-obok" yang dinyanyikan Joshua Suherman.

Tak perlu menunggu tanggal 14 Februari untuk mengucap kasih sayang kepada pasangan. Presenter kocak Tukul Arwana berusaha memanfaatkan setiap detik hidupnya untuk mengungkapkan cinta kepada sang istri.

Pemilik nama lengkap Tukul Riyanto ini mengaku tak pernah lupa menunjukkan rasa sayang kepada Mbak Susi.

"Kalau kasih sayang, saya enggak menunggu tanggal 14 Februari. Tiap detik, ya kasih sayang," kata Tukul saat ditemui di Studio Hanggar, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (12/2) malam.

Bila pasangan lain memberikan kado sebagai tanda sayang, Tukul memilih memberikan perhatian sepenuh hati kepada keluarga sebagai ungkapan cinta.

"Kasih sayang juga enggak harus memberikan sesuatu, dengan perhatian ke anak istri, keluarga, itu sudah termasuk kasih sayang," ujar pria yang lebih senang dipanggil Reynaldi itu.

Setelah merasakan getir dan pahitnya dalam mencari nafkah, nama Tukul mulai dikenal setelah menjadi presenter di salah satu televisi swasta. Kehidupannya 180 derajat berubah lantaran penghasilannya yang awalnya sebesar Rp 75 ribu per bulan kini mencapai ratusan juta per bulannya.

Dengan berlimpahnya rejeki tak membuat Tukul lupa akan sang pencipta. Akhirnya pada 2007 Tukul dan Susi memutuskan untuk pergi haji.

Buat Tukul, bisa menjalani ibadah haji adalah mimpi jadi nyata. Ia bisa langsung ke rumah Allah SWT dan bersimpuh di hadapan-Nya. Tak henti-hentinya Tukul mengucapkan terima kasih kepada sang pencipta, lantaran derajatnya diangkat dan bisa mendapatkan rejeki seperti sekarang ini.

Banyak doa yang ia panjatkan di sana, salah satunya agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalani hidupnya bersama sang istri.




0 komentar:

Poskan Komentar