Monday, 5 September 2016

Tips Mengetahui Makanan Kadaluarsa Dan Dampaknya



Saat ini sedang heboh tentang dua restoran ternama yang diduga menggunakan bahan kadaluarsa. Dibanding hanya cemas, ada baiknya mencari tahu cara mencegah dampak buruk makana kadaluarsa.

 Makan-makanan kadaluarsa kemungkinan besar dapat berdampak buruk pada kesehatan jika dikonsumsi. Hal ini karena waktu kadaluarsa yang ditetapkan pada kebanyakan makanan telah dihitung batas aman atau waktu penurunan kualitasnya untuk bisa kita konsumsi.

 Dalam menetapkan Expired Date (ED), suatu produsen biasanya sudah melakukan serangkain tes, melihat dari perubahan fisik, bau, dan dari jumlah bakteri yang tumbuh.

 Dampaknya bisa beragam tergantung seberapa lama makanan kadaluarsa itu dimakan dari waktu kadaluarsanya dan lain-lain.

 Untuk mengantisipasi bahaya mengonsumsi makanan kadaluarsa dan mewaspadainya, berikut pernyataan pakar diet dan ahli fisiologi dr Grace Judio-Kahl, MSc, HM CHt, dari klinik lightHOUSE Indonesia, tentang makanan kadaluarsa.

 Efek buruk bisa langsung terasa Bila kualitas makanan atau minuman sudah jelek sekali, efeknya akan terjadi saat itu juga.

 Hal yang paling dikhawatirkan dari makanan kadaluarsa adalah pertumbuhan bakteri. Bakteri dalam makanan kadaluarsa bisa menimbulkan efek seperti keracunan makanan, yaitu diare, demam, kejang, muntah.

 Penangan medis bisa dilakukan saat itu juga jika terjadi tanda-tanda keracunan dan tindakan akan disesuaikan dengan gejala. Efeknya tergantung dari bakteri yang tumbuh dan terjadi di hari yang sama atau di esok harinya jika konsumsi makanan dan minuman kadaluarsa itu dilakukan pada malam hari.

 Tetapi kalau dari bentuk fisik makanan masih baik, tidak ada bau, itu biasanya kualitas masih baik. Hal ini mengingat sudah ada antipasi produsen dengan mengambil jeda waktu yang lebih singkat dari durasi pertumbuhan bakteri pada makanan.

Pada hari ED biasanya kualitas belum meburuk. Setelah ED kualitas memang sudah tidak dijamin oleh produsen, tapi belum tentu beracun. Perhatikan perubahan bentuk dan rasa Perhatikan perubahan-perubahan tersebut juga ingin mengecek makanan atau minuman yang akan dikonsumsi.

Yang harus dicatat adalah kalau sudah ada perubahan rasa biasanya sudah ada pertumbuhan bakteri. Ini yang bisa berefek pada kesehatan tubuh.

Pahami perbedaan istilah kadaluarsa Perlu dipahami juga tentang perbedaan istilah Best Before dan Expired Date. Best before adalah kualitas paling prima dari makanan atau minuman adalah sebelum tanggal tersebut.

 Namun, setelah 'best' bisa saja 'good', dan belum belum tentu 'bad'. Penentuan tanggal ini berbeda-beda pada setiap produsen. Setelah satu bulan tujuh hari setelah itu 'best before' atau 'expired date' belum tentu juga bakteri tumbuh.

 Setelah tanggal best before atau expired date selain perubahan bentuk, bau, dan warna, kadar nutrisi juga bisa berkurasng.

Misalnya karena makanan atau minuman mengering. Jika dalam makanan atau minuman ada vitamin-vitamin yang larut air bisa ikut menguap bersama air.

Selain itu kandungan protein sudah degradasi atau kualitasnya menurun. Selain itu, bakteri akan menggunakan protein dan karbohodrat sebagai makananya.

 Ini yang menyebabkan timbul gas. Efek gas tersebut membuat kemasan makanan/minuman jadi melembung, atau bisa juga keluar buih, busa, dan perubahan rasa seperti alkohol.


0 comments:

Post a Comment