Rabu, 21 September 2016

Teknologi untuk Memajukan Peradaban



Acara pembukaan Tangerang Selatan Global Innovation Forum (TGIF) berlangsung di Gedung Graha Widya Bhakti, Puspiptek, Setu, Tangerang Selatan, Rabu (21/9/2016).

Event bertajuk "Innovation For Sustainable Development" itu diharapkan mampu menghasilkan inovasi tekhnologi yang dapat memajukan peradaban kemanusiaan.

Harapan tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani saat memberikan sambutan di hadapan sekira seribu tamu undangan dari dalam dan luar negeri.

 "Penciptaan pengetahuan dalam bentuk inovasi membutuhkan dukungan teknologi. Sementara saat ini, masih terdapat kesenjangan dalam mencapai kemajuan ilmu pengetahuan, inovasi dan teknologi diantara bangsa dan negara.

Oleh karena itu, Global Innovation Forum ini saya harapkan mampu membangun dunia yang lebih baik, yakni dengan membangun kehidupan manusia yang berkeadaban," kata Puan disambut tepuk tangan peserta.

Selain itu, dia juga menyoroti soal pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi pada abad ke-21 sekarang ini. Menurutnya, invensi dan inovasi teknologi telah menjadi penentu perubahan peradaban manusia, baik yang terjadi di Indonesia ataupun bangsa lainnya.

 Kenyataan demikian, sambung Puan, telah mengubah paradigma pembangunan Indonesia yang semula bertumpu pada keunggulan komparatif sumber daya alam, kini mulai bergeser pada keunggulan kompetitif sumber daya manusia yang ditopang oleh ilmu pengetahuan dan teknologi.

 "Pemerintah melalui pihak terkait terus mendorong kolaborasi antara unsur akademisi, pelaku usaha, serta masyarakat dalam melakukan penguatan inovasi dan pengembangan teknologi yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia," tuturnya.

Sementara, mendukung hal tersebut, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M. Nasir menguraikan sejumlah programnya dalam menjadikan Science Techno Park atau pusat inovasi yang ada menjadi suatu inovasi teknologi yang bermanfaat bagi pembangunan di masing-masing daerah, tentunya dengan melibatkan sejumlah perguruan tinggi.

 "Semua daerah harus membangun techno park dengan melibatkan sejumlah perguruan tinggi, agar dapat memajukan sumber daya manusia, berikut juga membangun wilayahnya," ujarnya.

TGIF merupakan event yang digelar oleh World Technopolish Association (WTA) dan bekerjasama dengan Unesco, Kemenristekdikti, Serta Asosiasi Pemerintah Kota Seindonesia (Apeksi).

Acara tersebut mulai berlangsung sejak Selasa kemarin, namun secara resmi baru dibuka hari ini, dan akan berakhir Jumat 23 September 2016.

Tercatat, ada 90 wali kota dari 47 negara yang tergabung dalam keanggotaan WTA turut hadir didalamnya.

Kota Tangsel yang masuk dalam keanggotaan WTA pada tahun 2014 lalu, terpilih menjadi kota pertama di Indonesia yang dipercaya menjadi tuan rumah pagelaran rutin organisasi yang berdiri sejak tahun 1998 di Korea Selatan itu.


0 komentar:

Poskan Komentar