Kamis, 15 September 2016

Kawasan Wisata Toba



Pada awal periode pemerintahnnya, Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Parawisata mencanangkan kawasan Danau Toba menjadi salah satu tujuan wisata prioritas bersama 9 kawasan wisata lainnya di Indonesia.

Kunjungan presiden di beberapa wilayah Sumatera Utara minggu lalu, menunjukkan betapa permerintah menaruh perhatian besar bagi kawasan ini agar pembangunan wisata Danau Toba yang sudah dicanangkan sebelumnya segera dilakukan dengan cepat, terpadu, dan terintegrasi di kawasan sekitarnya.

Tentu yang menjadi tujuan utama permerintah adalah industri wisata menjadi salah satu sumber penting bagi pendapatan devisa negara yang kemudian berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional.

Kawasan ini berpotensi besar menjadi kawasan wisata berkelas dunia dengan keanekaragaman jenis wisata seperti keindahan alam, suku dan budaya, wisata pendidikan, wisata rohani, dan lainnya.

Namun, dibandingkan dengan kawasan wisata lain di Indonesia, kunjungan wisatawan domestik maupun manca negara ke Danau Toba masih relatif rendah dibandingkan tujuan wisata lainnya, seperti Bali dan Yogyakarta.

Menyadari itu, sudah sepatutnya di tengah kondisi melemahnya pendapatan negara dari sektor energi dan perdagangan, upaya pemerintah mendorong industri parawisata di kawasan Danau Toba menjadi salah satu tujuan wisata yang berkelas dunia, yang patut diapresisasi dan didukung sepenuhnya.

Kemauan untuk membangun wisata secara massif tidak hanya memperhatikan dampak ekonomi saja, akan tetapi bagaimana dampaknya terhadap lingkungan, sosial, dan budaya masyarakat sangat penting untuk diperhatikan.

Beberapa aspek tersebut penting dipikirkan dan dipertimbangkan dalam tahap perencanan pembangunan sebuah kawasan.


0 komentar:

Poskan Komentar