Rabu, 07 September 2016

Cara Tepat Atasi Demam Anak



Tidak jarang proses imunisasi pada anak membawa efek samping berupa demam. Apa yang harus dilakukan saat ini terjadi? Berikut penjelasa dr. Reza Fahlevi.

 Pada dasarnya, demam pasca imunisasi disebabkan oleh reaksi sistem imun dalam tubuh anak untuk mengenali dan merespon komponen vaksin yang baru saja disuntikkan ke tubuhnya.

 Secara umum, proses imunisasi dapat memicu terjadinya demam kepada sekitar 10% anak yang diimunisasi. Kemungkinan ini sendiri dapat bertambah menjadi sekitar 50% apabila anak menjalani proses imunisasi Difteri Tetanus dan Pertusis (DPT).

 Efek samping yang ditimbulkan oleh imunisasi inilah yang membuat banyak orangtua enggan untuk mengimunisasi anaknya. Padahal demam yang terjadi setelah imunisasi bukan suatu hal yang berbahaya, dengan catatan orangtua dapat menanganinya dengan benar.

 Prinsip penanganannya juga tidak jauh berbeda dengan prinsip penanganan demam yang biasa terjadi pada umumnya. Berikut tips untuk menanganinya:

•Tingkatkan pemberian minum kepada anak Cairan tubuh pada anak yang mengalami demam akan lebih mudah menguap sehingga berisiko terjadi dehidrasi. Jika tidak diatasi, dehidrasi akan semakin meningkatkan suhu tubuh anak. Karenanya, anak harus lebih banyak mengonsumsi air minum.

 •Penggunaan pakaian yang tipis Pakaian yang tebal dan berlapis akan menghambat pengeluaran panas dari tubuh anak. Anak yang demam sebaiknya menggunakan pakaian tipis untuk membantu mengeluarkan panas dari tubuhnya.

 •Kompres hangat Kompres hangat berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah di permukaan kulit anak sehingga panas dari tubuhnya lebih mudah keluar. Panas juga dapat dikeluarkan melalui keringat setelah pemberian kompres hangat.

 •Berikan obat penurun panas Jika suhu anak melebihi 37.5°C dan tidak mengalami penurunan dengan cara-cara di atas, Anda dapat memberikan obat penurun panas anak. Baca aturan pakai obat dengan baik agar pemberian obat sesuai dengan dosis dan frekuensi yang tepat. Jika ragu, berkonsultasilah dengan dokter. Jangan memberikan obat-obatan lain sebelum berkonsultasi terlebih dahulu.

 •Pantau suhu tubuh anak secara berkala Pemantauan suhu tubuh anak dengan termometer sebaiknya dilakukan sebelum pemberian obat penurun panas. Lakukan setelah pemberian obat dengan durasi 30 menit hingga 1 jam setelahnya.

 Selanjutnya, pantau suhu tubuh anak setiap beberapa jam sekali untuk mengetahui perkembangannya. Segera bawa anak berobat ke dokter apabila suhu tubuh melonjak hingga melebihi 38.5 oC, anak Anda mengalami kejang-kejang, terlihat lemas dan sulit mengonsumsi air minum, muntah hebat, sesak napas atau mengalami penurunan respons. Dengan mengetahui cara penanganan demam pascaimuniasi, Anda tidak perlu khawatir lagi.



0 komentar:

Poskan Komentar