Thursday, 17 August 2017

Kuliner Kesukaan Presiden RI: Mulai Soeharto hingga Jokowi

Kuliner Kesukaan Presiden RI: Mulai Soeharto hingga Jokowi

Sekilas tak ada yang spesial dari sebuah warung sate kambing Mbok Galak yang terletak di pinggir Jalan Mangun Sarkoro No. 122, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Sebuah anglo dan pikulan seperti kebanyakan warung sate lainnya berdiri di sisi kanan warung yang terkesan tak higienis.

Namun, siapa sangka warung sate itu kesukaan para pejabat negara hingga presiden?

Sejak era Presiden Soeharto hingga Joko Widodo disebut-sebut pernah mampir ke Warung Sate Mbok Galak.

“Dulu Pak Jokowi waktu makan di sini pas jadi wali kota Solo. Jokowi senangnya sate buntel sama tengkleng. Dia makan sambil ajak anak-anak sama keluarga,” jelas pemilik Warung Sate Mbok Galak, Sudarto (66)  saat ditemui di Solo, Sabtu (23/7/2016).

Sudarto mengatakan, sate kambing, sate buntel, dan tengkleng olahannya tak luput dari incaran pejabat-pejabat seperti mantan Menteri Penerangan era Orde Baru, Harmoko; Menteri Pertanian era Presiden Jokowi, Andi Amran Sulaiman; Menteri Pendidikan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Muhammad Nuh; mantan Presiden Soeharto serta keluarga Cendana yakni Ibu Tien, Mbak Tutut dan Tommy Soeharto.

Menurutnya, dulu Soeharto serta keluarga rajin memesan sate buntel saat singgah di rumah Ndalem Kalitan, Solo untuk dimakan bersama.

“Pak Soeharto dulu sering memesan untuk dimakan bersama keluarga di rumah. Itu zaman dia zaman masih menjabat presiden. Terakhir kali anaknya Tommy masih makan di sini,” ujar suami dari Sakiyem, penyandang nama sebutan “Mbok Galak” yang juga berstatus pemilik warung sate.

Suasana ruang makan Warung Sate Mbok Galak di Jalan Mangun Sarkoro No. 122, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (23/7/2016). Warung Sate Mbok Galak disebut-sebut menjadi tempat kuliner favorit presiden dari era Soeharto hingga Jokowi. 

Ia bercerita, kini Presiden Jokowi jarang mampir ke usaha sate yang telah dimulai sejak tahun 1980 itu.

Sudarto menjelaskan, alasan keamanan sekitar warung dan higienitas warung menyebabkan, Jokowi jarang mampir ke Warung Sate Mbok Galak. 

“Memang saya akui, ruangan warung memang kurang bersih. Lagi pula daerah ini kan ramai karena jalan lintas provinsi jadi sulit untuk pengamanan kalau Pak Jokowi datang,” ungkapnya.

Namun, tak hanya presiden serta menteri-menteri yang pernah mampir ke Warung Sate Mbok Galak.

Sudarto menyebutkan, wisatawan-wisatawan kerap memenuhi ruang makan warung baik di hari libur maupun hari biasa.

Rahasia di balik kuliner favorit pejabat
Cerita-cerita yang beredar tersebut membuat KompasTravel penasaran rahasia di balik sajian sate buntel sate buntel KompasTravel coba pesan saat melihat menu yang disajikan.

Selang sekitar 10 menit, sajian kuliner sate buntel hadir di meja. Satu porsi sate buntel terdiri dari dua tusuk olahan daging kambing yang dililit pada sebilah bambu seperti sate lilit dari Bali.

Ketika digigit, daging kambing yang dibungkus dengan lemak daging terasa empuk dan tak berbau prengus.

Bumbu kuah kecap serta gurih dari bawang putih menyerap ke dalam gilingan daging kambing.

Sudarto membeberkan, rahasia di balik lunaknya yang digunakan adalah pemilihan kambing yang berumur sekitar satu tahun.

Kambing dengan umur yang tergolong muda tersebut meminimalisir bau prengus daging.

“Kalau kambing yang digunakan sudah tua akan alot dan berbau prengus,” ujar Sudarto.

Rahasia pemilihan daging tersebut ia pelajari bersama almarhum Bu Sakiyem dari Mbah Bejo yang mana masih berstatus saudara sejak tahun 1975.

Hingga saat ini berjualan selama 36 tahun sejak tahun 1980, standar serta resep tersebut ia tetap jaga untuk menyajikan kualitas olahan daging kambing untuk para konsumen. 

“Kalau untuk bumbu kecap sama saja dengan yang lain, ada kecap, bawang merah. Kalau untuk tambahannya ada kol, irisan jeruk nipis, dan cabe,” ungkapnya.

Lunaknya daging sate kambing juga diakui oleh salah satu pembeli di Warung Sate Mbok Galak. Datang dari Malang bersama rekannya, Amirushufi (26) mengaku daging kambing terasa lunak.

“Ini proses kematangan kematangannya beda dan bumbunya meresap ke daging juga lunak,” pungkas laki-laki yang kerja sebagai mekanik pesawat di Bandara Soekarno Hatta itu.

Sate buntel di Warung Sate Mbok Galak ditawarkan dengan harga Rp 35.000 untuk dua tusuk. Sementara, 10 tusuk sate kambing dan tongseng juga dijual dengan harga sama seperti sate buntel.

Untuk tengkleng dan gule seharga Rp 20.000. Warung Sate Mbok Galak buka hingga sekitar pukul 18.00 WIB.

3 Kuliner Legendaris di Kota Jakarta dan bisa beruntung ketemu Pak Jokowi


Membahas kuliner di Kota Jakarta seperti tidak ada habisnya.

Mulai pagi, saat matahari baru muncul lantas tenggelam di ufuk barat, hingga tengah malam, denyut kuliner di Jakarta tak pernah mati.

Kalau kamu termasuk kerap terjaga di malam hari karena perut keroncongan, arahkan segera kendaraanmu ke beberapa tempat makan di bawah ini.

Tribuntravel.com telah merangkum warung makan untuk kamu yang suka berburu makan tengah malam.

1. Warteg Warmo
Anak gaul Jakarta pasti udah nggak asing ya sama tempat yang satu ini.

Letaknya strategis, di pojok Jalan Simpang Tebet Timur dan Tebet Raya, Jakarta Selatan.

Itulah sebabnya warung ini dinamakan Warmo alias Warung Mojok.

Warteg Warmo cukup dikenal, guys.

Selain masakannya yang enak, harganya juga terjangkau.

Kalau kamu ke sini jangan kaget ya lantaran kedai ini tak pernah sepi pelanggan.

Termasuk para pejabat, misalnya Presiden Joko Widodo.

2. Nasi Goreng Kebun Sirih
Warung Nasi Goreng Kebon Sirih telah melegenda, lho, guys.

Lidah kamu bakal dimanjakan nasi goreng dengan cita rasa gurih yang berasal dari olahan rempah-rempah plus minyak samin.

Apalagi potongan dagingnya yang empuk, guys, bikin kamu balik ke sini lagi.

Nasi Goreng Kebon Sirih buka mulai pukul 17.00-02.00 WIB, sedangkan jika akhir pekan tutup pukul 03.00 WIB.

Warung nasi goreng memiliki cabang di Jakarta Selatan yaitu Bulungan, Bintaro 9 Walk, dan Karang Tengah.

3. Ketan Susu Kemayoran
Bagi kamu yang nggak suka makanan berat, bisa nih ngemil cantik ke kedai yang satu ini.

Tansu Kemayoran alias Ketan Susu Kemayoran terletak di Jalan Garuda Ujung 5, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Menu andalan di warung ini tentu saja ketan putih yang ditaburi parutan kelapa dan dilumuri susu.

Legit banget guys, apalagi kamu nikmati bersama gorengan yang jadi teman sejati mencicip ketan susu.

Kamu hanya perlu merogoh kocek Rp 3.000 untuk sepiring ketan susu dan Rp 1.000 untuk gorengannya.
Gimana, guys, cukup tergoda?

Pak SBY Saja Ketagihan Mencicipinya Kuliner Mangut Bu Fat

Pak SBY Saja Ketagihan Mencicipinya Kuliner Mangut Bu Fat

Mangut dikenal sebagai makanan khas yang mudah ditemukan di jalur Pantai Utara (Pantura).

Masakan berkuah santan dan berbahan ikan asap ini memang favorit.

Di Semarang, ada satu kuliner mangut yang cukup legendaris, yaitu mangut kepala ikan manyung Warung Bu Fat di Jalan Ariloka, Kelurahan Krobokan, Semarang Barat.

Suasana warung ini selalu ramai menjelang tengah hari.

Deretan mobil berjajar rapi memenuhi tempat parkir. Sementara, di dalam warung, sejumlah kursi mulai dipenuhi pengunjung.

"Pemandangan seperti ini biasa terjadi ketika jam makan siang tiba hingga menjelang sore," ucap pengelola Warung Bu Fat, Teguh Sutrisno, sambil menyeka keringat di dahi.
Teguh merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara, pasangan Suyoso dan Fatimah.

Dia menjadi generasi kedua yang melanjutkan usaha sang ibu, Bu Fat, yang memelopori menu mangut kepala ikan manyung di Semarang.

Menurut Teguh, Warung Bu Fat berdiri di awal 1969. Sebelum mulai merintis mangut, orangtuanya berjualan nasi rames untuk warga sekitar.

Sebagai menu pendamping, mereka mencoba menyajikan mangut yang bahannya mudah ditemukan di sekitar warung.


"Waktu itu sempat dianggap aneh karena menu mangut biasanya berbahan ikan pe atau ikan pari. Tapi, ibu malah memakai ikan manyung atau nama bekennya jambal roti," terangnya.

Seiring berjalannya waktu, menu ini malah disuka.

Tak hanya pelanggan lama tetapi juga konsumen baru. Termasuk, artis ibukota dan tokoh politik. Di antaranya, Yovie Widiyanto, Hidayat Nur Wahid, M Nuh, Maruar Sirait, Purnomo Yusgiantoro sampai Ganjar Pranowo. Bahkan, mantan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun ketagihan.

"Pak SBY saja ketagihan. Saat menjadi presiden, sampai empat kali memesan lewat ajudan. Kalau Pak Ganjar, menu favoritnya sambal penyet ikan sembilang," urainya.
Keistimewaan dari menu ini adalah pilihan ukuran kepala ikan yang cukup besar.

Meski bagian kepala, daging yang dihasilkan masih cukup banyak dan memiliki tekstur lembut. Soal rasa, menu berkuah kental ini bercita rasa gurih dan pedas.

Teguh mengatakan, untuk menjaga cita rasa pedas, takaran cabai yang digunakan selalu sama. Harga cabai yang fluktuatif tak pernah berpengaruh.

"Mau harga cabai naik apa turun, kami tak pernah mengurangi takaran. Kepala ikan manyung yang kami gunakan pun hasil pengasapan baru. Kami benar-benar menjaga cita rasa," ujarnya.
Wajar saja jika pelanggan Warung Bu Fat tak pernah berkurang, bahkan bertambah.
Agung, misalnya, sebulan sekali dia pasti datang ke Warung Bu Fat dan memesan menu mangut ikan manyung.

Berani Mencoba Mangut Belut?

"Rasanya juara. Cara mengolah kepala ikan manyung juga tepat sehingga bumbunya merasuk. Pedasnya juga pas, meski pedas tapi tidak membuat perut panas," ujar Agung yang sudah bertahun-tahun menjadi pelanggan Warung Bu Fat.

Menyesap untuk mendapatkan daging yang menempel di rongga kepala manyung menjadi cara asyik menikmati masakan ini.

Dalam sehari, menu mangut kepala ikan manyung yang disajikan ke pembeli mencapai 80 porsi.

Harganya, Rp 75 ribu sampai Rp 85 ribu per porsi, tergantung ukuran kepala ikan yang dipilih.

Warung mangut kepala ikan manyung Bu Fat buka setiap hari pukul 07.00-19.00 WIB. Selain di Jalan Ariloka, Warung Bu Fat buka cabang di daerah Terboyo dan Jalan Erlangga.

Selain mangut kepala ikan manyung, ada menu mangut belut, kepala ikan sembilang, daging sembilan dan daging ikan manyung.

Tak hanya ikan manyung atau lele laut yang menjadi bahan mangut.

Ada pula warung yang menyediakan mangut belut atau ikan jenis lain.

Anda yang tengah berkunjung ke Kota Semarang dan ingin menjajal menu mangut yang memiliki beragam varian, bisa mencoba di beberapa tempat berikut ini.

Tapi hati-hati, beberapa rumah makan menyediakan menu super pedas!
1. Warung Bu Fat
Jalan Ariloka, Kelurahan Krobokan, Semarang Barat.
Buka: 07.00-19.00 WIB
Menu spesial: Mangut kepala manyung

2. Warung Bu Nasima
Jalan Menoreh Raya, Sampangan, Kecamagan Gajahmungkur.
Buka: 07.00-17.00 WIB
Menu spesial: Mangut belut

3. Warung Bu Ana
Samping pintu masuk Maerokoco, Jalan Puri Anjasmara Raya, Kota Semarang.
Buka: 10-17.00 WIB
Menu spesial: Mangut kepala manyung

4. Warung Pojok 
Jalan Srikaton Tengah 1, Kawasan Industri Semarang Barat, Krapyak.
Buka: 06.00-17.00 WIB
Menu spesial: mangut kepala manyung

Toge Goreng Haji Omah ke Istana Bogor oleh Presiden Joko Widodo

Toge Goreng Haji Omah

Toge goreng satu ini dapat digolongkan sebagai makanan legendaris di Bogor, Jawa Barat.

Dibuka sejak 1970, Toge Goreng Haji Omah tak pernah sepi pelanggan.

Bahkan baru-bari ini Toge Goreng Haji Omah sempat diboyong ke Istana Bogor oleh Presiden Joko Widodo saat rapat kabinet paripurna di awal tahun 2017.

"Iya saya diajak ke Istana. Terakhir saat rapat kabinet," kata Firman, generasi ketiga penerus Toge Goreng Haji Omah, sembari menunjukan celemek merah tua yang ia dapat dari kunjungan terakhirnya ke Istana Bogor.

"Sebenarnya bukan dari zaman Pak Jokowi saja, sudah dari zaman Pak SBY. Cuma diajak ke istana ini di zaman Pak Jokowi, kalau zaman Pak SBY biasa ada yang datang beli," kata Firman kepada KompasTravel.

Terletak di Jalan Jendral Sudirman nomor 23 A, tepatnya di sebelah Bogor Junction, Toge Goreng Haji Omah menempati sebuah bangunan sederhana. Meski begitu, Toge Goreng Haji Omah tak pernah sepi pengunjung.

Saat KompasTravel menyambangi Toge Goreng Haji Omah, Minggu (15/1/2017), ada saja pengunjung yang makan di tempat atau minta dibungkus.

Dari tempat makan, pengunjung dapat melihat proses pembuatan toge goreng. Hal yang menarik perhatian dari proses pembuatan adalah pemakaian daun untuk membungkus toge dan tungku memasak yang menggunakan kayu bakar.

"Ini daun papat. Memang ciri khasnya pakai ini untuk membungkus. Kalau tungku memang sengaja pakai kayu bakar, biar lebih wangi," kata Udin, peracik Toge Goreng Haji Omah.

Soal rasa, Toge Goreng Haji Omah memiliki ciri khas yang berasal dari saus tauco yang dibuat sendiri. Tekstur tauconya cenderung kental, namun tak ada bau menyengat khas tauco. Ada sensasi rasa pedas dari rasa saus tauco tersebut. 

Selain saus tauco, toge yang digunakan juga berukuran besar sehingga menciptakan tekstur renyah saat dikunyah. Tahu kuning dengan tekstur sangat lembut menjadi topping pelengkap lainnya.

Toge Goreng Haji Omah patut dicoba jika berkunjung ke Bogor, meskipun Anda bukan penggemar hidangan toge goreng atau tauco. Sebab, rasanya cenderung berbeda dengan toge goreng kebanyakan.

"Kebanyakan yang beli justru orang luar Bogor. Kalau lagi ramai seperti Sabtu, Minggu atau hari libur bisa habis 20-25 kilogram toge," tutur Firman.

Toge Goreng Haji Omah buka dari pukul 08.30 - 17.00 WIB. Harga satu porsi toge goreng yakni Rp 16.000 saja.

Sayur asem Accoord 2 segarnya mantap

Sayur asem Accoord 2 segarnya mantap

Bulan Maret tahun 2015 lalu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi pernah melakukan kunjungan untuk panen raya jagung di Ponorogo, Jawa Timur.

Di sela kunjungan tesebut, Presiden makan siang di salah satu restoran di daerah Ngawi, bernama Accoord 2.

"Saya dikabari oleh tim Istana, diminta untuk membuat beberapa menu masakan, kemudian jam 12 siang tim laboratorium datang, dan jam 2 siang beliau makan siang di sini," ungkap Hadi pemilik Restoran Accoord 2.

Kala itu, Hadi diminta menyiapkan menu khusus oleh istana, yakni menu botok tahu dan tempe, ikan wader, cah kangkung, dan pecel. "Bapak juga pesan sayur asem," cerita Hadi.

Hingga akhirnya, kini foto Jokowi bersantap di Accoord 2 terpampang manis di dinding restoran. 

Silvita Agmasari - Hidangan ayam kampung mercon dari restoran Accoord 2

Restoran Accoord 2 terletak tepat di jalur mudik Ngawi-Caruban, tepatnya di Jalan Sukowati 15. Menu andalan dari restoran ini adalah ayam mercon, ayam kalasan, dan juga gudeg.

KompasTravel bersama tim Merapah Trans Jawa yang melaksanakan ekspedisi jalur mudik sengaja mampir ke restoran Accoord 2, demi menjajal masakan yang pernah disantap oleh Presiden Jokowi.

Sayangnya beberapa menu seperti botok dan wader harus dipesan khusus.

"Menu itu tak ada di menu, karena bahannya susah, menyesuaikan musim," ungkap Hadi.

Untungnya ada salah satu menu hidangan Jokowi yakni sayur asem yang tersedia. Sayur asem di Accoord 2 agak berbeda dengan sayur asem pada umumnya.

Isiannya justru berisi kangkung, timun, kacang tanah, dan cabai besar. Bukan labu, nangka muda, dan kacang panjang seperti sayur asem pada umumnya.

Soal rasa, sayur asem Accoord 2 segarnya mantap. Awalnya KompasTravel kira menggunakan belimbing wuluh alias belimbing sayur. "Tidak, cuma pakai asam saja kok," kata Hadi.

Perpaduan asam yang segar dan manis, membuat sayur asem ini cocok disantap dengan ayam mercon, ayam goreng yang berlumuran cabai ulek.

"Di sini kita memang hanya pakai ayam kampung," kata Hadi. Selain itu, ada pula menu lainnya seperti aneka seafood dan minuman tradisional serta berbagai hidangan es yang segar. 

Untuk harga, jangan takut mahal. Meski pernah disinggahi oleh presiden nyatanya harga makanan di Accoord 2 sangat bersahabat dan sebanding dengan rasanya.

Misalnya untuk menu paket sayur asem dengan lauk empal atau ayam goreng dihargai Rp 15.000, atau nasi ayam mercon dihargai Rp 22.000.

"Kami juga baru meluncurkan paket hemat. Harganya dari Rp 8.000 sampai 15.000 sudah dapat minum juga. Paket ini khusus untuk dibawa pulang. Mau pesan seribu untuk besok kami juga sudah siap. 

Tapi untuk Ramadhan ini kami hanya melayani tamu makan di tempat," kata Hadi. Semakin malam restoran ini semakin ramai didatangi tamu.

Restoran Accoord buka dari jam 7 pagi sampai 9 malam. Ada pula restoran Depot Accoord yang terletak di pusat kota Ngawi, milik ibu dari Hadi yang telah dibuka sejak tahun 1972.

Jam terbaru Casio GA100ST-2A kolaborasi seniman legendaris dari New York.

Jam terbaru Casio GA100ST-2A  kolaborasi seniman legendaris dari New York.

Casio meluncurkan jam tangan kolaborasi G-Shock dengan Stash, seniman legendaris dari New York.

Model jam tangan yang diberi nama GA100ST-2A ini menampilkan cipratan biru yang khas di atas tali berwarna hitam.

"Saya melihat bahwa masyarakat menerima G-Shock sejak awal jam tangan ini diluncurkan karena gayanya dan juga ketangguhannya," kata Stash dikutip Casio saat pembukaan gerai Casio di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (10/8/2017).

"Desain jam tangan ini juga sangat cocok digunakan bagi mereka yang casual, sering bergerak dan beraktivitas," kata Marketing Comunication Manager of Casio Watches, Mochammad Yusuf kepada Tribunnews.com di tempat yang sama.

Menurut pria yang akrab disapa Iyoes itu, model GA100ST-2A dilengkapi dengan struktur shock resistant dan water resistant hingga 200 meter.

"Selain itu terdapat pula fitur magnetic resistance, lampu auto LED, kemampuan memberikan waktu di 48 kota dunia, 4 alarm harian, dan masih banyak lainnya."

Model GA100ST-2A dibanderol seharga Rp 2,799 juta dan tersedia di gerai Casio Plaza Senayan, Neo, Soho, Grand Indonesia, Lippo Karawaci, Ambarukmo Yogyakarta, Beachwalk Bali, dan beberapa tempat lainnya.

"Karena ini edisi terbatas, di Indonesia hanya tersedia 70 buah. Nah, buat Anda yang tertarik, sebaiknya cepat sebelum kehabisan," tandas Iyoes.

Pengganti Kantung Plastik dengan Ecobag Si Gelis

Pengganti Kantung Plastik dengan Ecobag Si Gelis

Berawal dari keinginan mengurangi penggunaan kantong plastik, lima orang mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) mengembangkan tas ramah lingkungan atau ecobag dengan desain yang sangat unik.

Mereka adalah Desta Elpina, Alfia Suryani, Miftah Rizky Islamoriza, Rinto Hoiruddin, dan Arief Wardana Herlambang.

Mahasiswa dari Departemen Agribisnis tersebut membuat produk yang mereka namakan Si Gelis atau Ecobag Batik Stylish.

Menurut Desta, tujuan utama dari pembuatan ecobag Si Gelis adalah agar minat masyarakat dalam penggunaan ecobag semakin meningkat.

“Kami ingin mengangkat konsep go green dan ikut mendukung kebijakan pemerintah dalam mengurangi penggunaan kantong plastik. 

Selain itu dalam ecobag ini, kami membuat inovasi dengan desain secara bolak-balik sehingga kedua sisinya dapat digunakan dalam kondisi yang berbeda karena motif yang digunakan sengaja didesain berbeda,” kata Desta dalam siaran pers yang diterima.

Nama Si Gelis sendiri, menurut Desta, diambil dari bahasa Sunda yang berarti cantik.

Dengan demikian ia berharap nantinya produk Si Gelis terus digemari masyarakat karena desainnya yang unik dan cantik.

“Kami ingin konsumen itu kalau ingat ecobag, ingat batik, ingat Si Gelis. Kami sengaja mengangkat konsep batik dalam ecobag ini dengan harapan eksistensi batik 

Indonesia dapat terus dipertahankan dan meningkat,” ujarnya.

Satu buah ecobag Si Gelis dibanderol dengan harga Rp 50 ribu.

Saat ini penjualan Ecobag Si Gelis sudah mencapai berbagai daerah di Indonesia seperti daerah Belitung, Lampung, Jakarta, Depok serta daerah di Pulau Jawa lainnya.

Mereka berharap, nantinya produk inovasi tersebut dapat masuk ke skala industri dengan kuantitas dan kualitas yang dihasilkan dapat lebih baik lagi.